Share It

Selasa, 31 Januari 2012

CETAK OFFSET


Cetak offset adalah teknik cetak yang banyak digunakan, di mana citra (image) bertinta di-transfer (atau di- "offset") terlebih dahulu dari plat ke lembaran karet, lalu ke permukaan yang akan dicetak. Ketika dikombinasikan dengan proses litografi, yang berdasarkan pada sifat air dan minyak yang tidak bercampur, maka teknik offset menggunakan sebuah pemuat citra yang rata (planographic) di mana citra yang akan dicetak mengambil tinta dari penggulung tinta (ink rollers), sementara area yang yang tidak dicetak menarik air, menyebabkan area yang tak dicetak bebas tinta.

Adapun proses produksi cetak dengan menggunakan mesin percetakan offset adalah sebagai berikut:

Proses Pra-cetak:

  • Persiapan Repro Film. Setelah design final, siap dioutput untuk dibuat film.
  • Rekam Plat: hasil settingan yang telah direpro film tadi direkam (semacam dicopy) ke pelat aluminium (aluminium plate) sehingga naskah cetakkan pun terdapat di atasnya, dan plat cetak inilah yang akan dipasang pada mesin cetak.
  • Persiapan bahan kertas: seperti kertas HVS, BC, Art paper, Art Carton,doorslags, duplex, ivory, dsb. disesuaikan dengan keperluan.
  • Persiapan bahan cetak, seperti tinta, chemical ( alcohol, fountain, dll)

Proses Cetak:

  • Plat cetak beserta bahan kertas yang telah siap pada proses pracetak tadi lalu dipasang di mesin cetak, dan ditempatkan di posisinya masing-masing berdasarkan fungsinya. Plat cetak dipasang di atas roll yang terdapat di atas mesin, sedangkan bahan kertas dipasang pada tempat mendatar di bawah roll tersebut. Dan tinta pun dipersiapkan pula pada tempatnya (warna sesuai yang diinginkan)
  • Setelah plat cetak, bahan kertas, dan tinta siap atau terpasang, maka mesin pun dijalankan.. dan terjadilah proses cetak. Tinta bersinggungan roll yang telah terpasang plat cetak, dan tinta bersinggungan pula dengan bahan kertas yang ada, sehingga terjadilah pemindahan naskah yang ada di plat cetak ke bahan kertas tersebut melalui tinta, dan kertas pun keluar satu persatu berisi naskah yang sudah jadi.

Proses Finishing, diantaranya:

  • Proses potong, dengan tujuan untuk membagi beberapa kertas hasil cetak tadi menjadi beberapa bagian, atau bisa juga hanya sekedar untuk merapihkan kertas.
  • Foil, membubuhi kertas dengan tulisan atau gambar “mengkilat” seperti warna emas, perak, biru, merah, dsb.
  • Embossed, menghiasi kertas cetak dengan tulisan atau gambar, dimana hiasan tersebut berbentuk kertas yang timbul atau tenggelam akibat matres.
  • Proses laminating gloss/doff, UV gloss/doff, spot UV, dsb. Kertas cetak tadi dilapisi dengan plastik mengkilat atau plastik buram/dop pada bagian luarnya sehingga menimbulkan kesan estetis tersendiri.
  • Pon’s, memotong kertas menjadi bentuk-bentuk tertentu akibat potongan pisau mesin pons. Bentuknya bisa berupa format untuk lipatan amplop, dus, dsb.
  • Lem, untuk menyambungkan atau menyatukan kertas cetakan semisal amplop.
  • Dan lain-lain semisal menjilid, jahit benang/kawat, nomerator, lipat susun/sisip, membungkus dengan plastik, dsb. tergantung keperluan.

Cetak Offset merupakan cara mencetak yang paling populer dan banyak digunakan, karena dengan cetak offset dapat memproduksi buku, majalah, surat, kartu nama, profil perusahaan, flyer, leaflet atau brosur, kalender, kartu undangan, kantung belanja, hang tag, sticker dsb. Dengan mesin cetak offset, dapat memproduksi cetakan dengan jumlah yang banyak dalam waktu yang singkat.

Saya siap membantu anda yang membutuhkan jasa cetak offset. Hubungi saya di 08164242054 atau (024) 70641013.